WangSit Pawukon

Metafisika Waktu itu Bernama Pawukon

Membongkar Peta Batin Kuno Di dalam diri kita, terbentang sebuah "peta" batin yang unik. Peta ini adalah cerminan dari pola ...

Senin, 30 Maret 2015

Minggu Wuku Wugu, 29 Maret- 4 April 2015, Eksplorasi Tambang Batu Bara dan Janji Penguasa pada Rakyat Desa


 Mpu Totok Brojodiningrat
Padepokan Keris Brojodiningrat

Prosesi Mengasapi Keris


Wuku Wugu, dibawah pengaruh Batara Singajanmo. Durasi dari tanggal 29 Maret (Minggu Paing) ~ 04 April (Sabtu Pon) 2015.


Tanggal 29 Maret 2015 (Minggu Paing): Banyak fitnah bertebaran, tidak baik bepergian untuk suatu urusan yang sangat penting. Hati-hati, cenderung banyak terjadi kecelakaan. Sangaring tanggal, hindari punya hajad Menikah atau mantu/penganten.

Tanggal 30 Maret 2015 (Senin Pon): Hari ini wataknya Rahayu. Sangat baik untuk memulai Tirakat dan intropoksi diri. Baik untuk memulai mencari Lahan yang akan didirikan bangunan perumahan, gedung fasilitas bisnis dll. Untuk berniaga akan mendulang banyak untung.

Tanggal 31 Maret 2015 (Selasa Wage): Sangat baik untuk memulai membuka lahan pertanian baru, memulai kegiatan perikanan, untuk bercocok tanam bagus hasilnya. Untuk kegiatan dan urusan penting lainnya seyogyanya extra hati hati, karena hari ini masuk poncosudo Lebu Katiyup Angin (Debu yang Tertiup Angin)

Tanggal 01 April 2015 (Rabu Kliwon): Banyak terjadi permusuhan, hindari setiap perdebatan dan pertengkaran, orang yang diserang musuh pada hari ini cenderung tidak mampu membela diri apalagi untuk membalasnya. Hari ini juga bertepatan dengan Lebu Katiyup Angin (Seperti Debu yang Tertiup Angin) banyak pekerjaan dan perjuangan yang dilakukan sia sia hasilnya.

Tanggal 02 April 2015 (Kamis Legi): Wataknya Rahayu. Sangat baik untuk memulai menanam tanaman Polo Kependhem yg buahnya didalam tanah, Polo Kabrungkah (jenis buahnya dicabut). Sangat baik untuk Agrobisnis.

Tanggal 03 April 2015 (Jumat Paing): Wataknya Rahayu. Baik untuk kembali menjalin tali persaudaraan. Untuk Melamar jodoh dan Melamar pekerjaan bagus. Untuk bepergian  baik. Membuat sumur airnya berlimpah dan jernih. Untuk memulai mengebor tambang batubara dan lain lain cenderung membawa hasil.

Tanggal 04 April 2015 (Sabtu Pon): Untuk membongkar bangunan guna didirikan fasilitas baru sangat baik, tidak terjadi banyak konflik. Untuk bepergian suatu urusan bisnis baik.

Wuku Wugu, Dewanya adalah Batara Singajanma. Kayunya: Pohon Wuni, artinya kurang menarik untuk dilihat dan tidak menarik untuk dimakan. Burungnya: Kepodang. Wataknya: Kurang didalam pergaulan dan cemburuan, kikir. Wuku Wugu Akoso awang awang uwung uwung, artinya: hatinya terbuka. Celakanya Jika Terkena Racun. Kolo/Marabahaya: Berada di Selatan menghadap Utara. Individu yang terlahir wuku Wugu selama 7 (tujuh) hari dari tanggal 29 Maret 2015 (Minggu Paing) ~ Tanggal 04 April 2015 (Sabtu Pon) Jangan melakukan perjalanan Jauh/penting ke arah Kolo (Selatan)

Bathara Singajanma,
Simbol Padewan Wuku Wugu
Durasi wuku Wugu kali ini didalam Pranoto mongso kasepuluh. Candrane: "Gedhong Minep Jroning Kalbu" Mangsane Sato kewan podho meteng, manuk manuk podho gawe susuh. Pari wis Tumungkul. Bayi kang lahir ing mongso iki watakke Kakon Aten. Artinya: "Bayangan Istana Bahagia Terukir di Dalam Sanubari". Banyak binatang yang bunting. Burung burung di Mayapada riang menyiapkan sarang untuk anaknya. Musim padi sudah siap di panen. Bayi yang terlahir pada mongso ini perangainya kaku atau keras hatinya.

Pertautan Wuku Wugu dibawah pengaruh Batara Singajanmo dan Mongso Kasepuluh ini, pertanda janji penguasa kepada para rakyat Padukuhan/Pedesaan akan terpenuhi. Karena jika tidak dipenuhi maka Tulah energi Hyang Batara Singajanmo akan menjadi bumerang yang sangat membahayakan para pemangku kekuasaan.

Bagi individu yang terlahir pada Wuku Wugu, keris yang cocok adalah: Keris dhapur Jalak Sangu Tumpeng, Jalak Tilam Sari, Jalak Ngore, Jalak dhinding, dhapur Condhong Campur dan keris dhapur Panimbal.

Rabu, 18 Maret 2015

Minggu Wuku Bala 22-28 Maret 2015 dan "Huru Hara" di Bulan Maret 2015

Mpu Totok Brojodiningrat
Padepokan Keris Brojodiningrat, Surakarta

Mpu Totok Brojodiningrat di Besalen

Wuku Bala dan Bathari Durga

Kala kabut senja mulai turun, siangpun terkantuk, diantara mega-mega merah merangkak di cakrawala, terasa pada saat itu sunyi yang teramat sunyi...menyingsing diantara senja yang mengalun…

Batara Guru dan dewi Uma bercengkerama terbang keangkasa menitih Lembu Andini, memandangi indahnya panorama alam diatas lautan Nusakambangan. Bertambah indahnya suasana saat bias pesona sinar Candhik Ayu (lembayung senja) menggamit permukaan wajah ayu Dewi Uma.

Bathari Durga, Simbol Padewan Wuku Bala

Angin baratpun bagai diundang bertiup sepoi namun agak kencang. Angin genit itu menyibakkan kain tipis yang dikenakan Sang Dewi Uma, hingga nampak terpampang nyata kemolekan betis yang mencorong bagaikan emas sinangling pesonanya, dipadu dengan rona pipi Dewi Uma yang memerah, hingga menjadikan Batara Guru Katetangi Brantaning Ati (Bangkit dan Ber buncah buncah birahinya).

Saat itu juga, Batara Guru "Memanis  Mamanuhara" (merayu dengan iba) agar diladeni memadu kasih diatas punggung Lembu Andini. Akan tetapi Batara Guru yang sudah terlanjur menggigil dalam hasrat tersebut ditolaknya oleh sang istri, karena disamping malu melakukan hubungan badan ditempat terbuka/saat diperjalanan, juga ini Pamali. Semakin kuat Dewi Uma menolak dan menghindari, semakin menggebu hasrat Batara Guru untuk menyampaikan hasratnya. Akhirnya memancarlah Kama (sperma) Batara Guru dan jatuh ke laut lepas.

Kecewa, kesal, dan murka Batara Guru terhadap penolakan istrinya, sepanjang perjalanan diatas punggung Lembu Andini terjadi pertengkaran hebat. Dalam keadaan kesal dan marah tanpa sadar Dewi Uma mengeluarkan Sot (kutukan) " Perbuatan Yang Mulia Batara Guru tadi hanyalah pantas dilakukan oleh mahluk bersiung panjang!"

Maka seketika itu terjadilah apa yang di ucapkan, karena Dewi Uma seorang yang berkesaktian amat tinggi dan gentur tapane (ahli tapa brata). Menyadari siung/taringnya tumbuh panjang bukan main murkanya Batara Guru, tanpa berpikir dua kali segera membalas dengan mengeluarkan kutukan saktinya terhadap Dewi Uma, seketika itu menjadi Raseksi (raksasa perempuan) yang wujudnya nggegirisi.

Usai saling menjatuhkan kutuk mengkutuk, ibarat pepatah sesal kemudian tiada guna, bubur tidak lagi kembali menjadi nasi. Walaupun sama-sama masih saling mencinta, Dewi Uma sudah terlanjur berubah wujud menjadi Raseksi yang tidak pantas mendampingi lagi sebagai istri Batara Guru yang raja di tiga dunia. Dewi Uma diberi tempat di Kayangan Setra Gandamayit di hutan Krendawahana, menjadi ratunya para jim setan peri perayangan, ilu ilu banaspati, gandarwa dan sebagainya. Dan Dewi Uma diberi nama Batari Durga.


Rotasi Waktu Wuku Bala

Wuku Bala (Bolo), dibawah pengaruh Batari Durga. Durasi dari tanggal 22 Maret ~ 28 Maret 2015 (Minggu Kliwon ~ Sabtu Legi).

Tanggal 22 Maret 2015 (Minggu Kliwon): Untuk mencari orang hilang akan lebih mudah ketemu. Kesempatan bagi team SAR dan sebagainya untuk memaksimalkan kinerjanya pada hari ini. Baik juga untuk merekrut tenaga kerja. Untuk menanam modal atau memulai investasi sangat beresiko tinggi, karena hari ini Lebu Katiyup Angin (Seperti debu yang tertiup angin).

Tanggal 23 Maret 2015 (Senin Legi): Hari ini bertepatan dengan Sampar Wangke (Menyandung Bangkai), hati-hati didalam setiap perjalanan karena cenderung banyak musibah. Pantangan untuk melakukan hubungan seks, pantangan untuk memotong pohon bambu dan jenis pohon yang mengandung banyak tepung dan getah, akan mudah bubukan dan dimakan rayap. Tidak baik untuk Pernikahan, boyongan rumah, memulai suatu bangunan gedung dan lain lain.

Tanggal 24 Maret 2015 (Selasa Paing): Hari ini adalah hari Satriya Wirang (Mendapat Malu Besar). Hati-hati didalam setiap langkah mengambil keputusan penting, lebih lebih sebagai seorang pimpinan,  karena hasilnya cenderung mendapatkan Malu Besar. Hari ini juga Bangas Padewan, hindari punya hajad mantu dan hajad penting lainnya. Tetapi untuk pasang Jala dan mencari ikan sungai atau dilaut sangat bagus, bagitu juga untuk pasang jerat binatang buruan dihutan cenderung mendapat hasil.

Tanggal 25 Maret 2015 (Rabo Pon): Hari ini adalah bertepatan dengan Syarik Agung (Ketulahan Besar). Merupakan Pantangan Melakukan Kerja Besar, seperti keputusan-keputusan penting yang menyangkut hajad hidup orang banyak, karena SANGARNYA hampir tidak bisa dinetralisir dengan ritual-ritual dan syarat apapun. Pantang untuk mantu/nikahan, sunatan, boyong rumah, memulai membangun suatu bangunan. Banyak orang merasa rugi karena sudah terlanjur saling menghujat dan menjelek-jelekan satu sama lain, padahal masih termasuk kulit daging sendiri/saudara ataupun rekan seperjuangan.

Tanggal 26 Maret 2015 (Kamis Wage): Rahayu. Untuk kembali menjalin tali persaudaraan adalah moment yang pas pada hari ini. Orang melamar cenderung mendapat sambutan positif. Untuk menggali sumur akan mendapatkan sumber yang besar dengan air yang baik dan jernih pada hari ini. Untuk urusan bisnis sangat baik untuk menjalin kerjasama di bidang Properti.

Tanggal 27 Maret 2015 (Jumat Kliwon): Sangat tidak baik untuk mengadakan rapat ataupun sarasehan, hasilnya muspro (sia sia belaka) orang cenderung Mbeguguk Makutho Waton (memegang kencang egonya sendiri). Untuk bepergian urusan penting cenderung mengalami kebuntuan. Pada hari ini para gurupun pelajaran yang diberikan kepada siswa akan relatif sulit diterima dan dicerna oleh anak didik, para guru dituntut ekstra sabar dan lebih telaten...

Tanggal 28 Maret 2015 (Sabtu Legi): Rahayu. Untuk mencari rekan kerja sangat baik. Menjalin hubungan baik mudah dicapai. Bepergian banyak selamatnya.

Catatan: Didalam rotasi Wuku Bala, terdapat hari Lebu Katiyup Angin (Debu yang tertiup angin), Satriya Wirang (Mendapat malu besar), Syarik Agung (Ketulahan besar), juga di bawah pengaruh watak buruk Batari Durga yaitu Dewanya Malapetaka dan musibah Darat, Laut, Udara. Para penghuni bumi betul-betul dituntut untuk berhati-hati disetiap langkah dan lebih semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta agar terhindar dari segala musibah yang tidak diinginkan….

Keris dan Wuku Bala

Wuku Bala kecenderungan keris yang cocok adalah keris Luk dengan dapur: Keris dapur Carang Soka, keris dapur Sabuk Tampar dan keris dapur Sabuk Inten.

Wuku Bala, Mangsa Kasanga dan Mangsa Kasepuluh

Wuku Bala kali ini masih didalam rotasi Mongso Kasongo dan memasuki Mongso Kasepuluh, condronya:

"Gedhong Minep Jroning Kalbu", Mangsane sato kewan podho meteng, manuk manuk gawe susuh, pari wis tumungkul, bayi lahir ing mongso iki watakke Kakon Aten. 

Artinya: "Bayangan Istana bahagia terukir didalam pintu sanubari", banyak binatang pada bunting. Burung burung di marcapada riang menyiapkan sarang untuk anak-anaknya. Musim padi sudah merunduk siap dipanen. Bayi yang terlahir pada mongso ini perangainya Kaku atau keras hatinya.

Wuku Bala dan Posisi Kala

Wuku Bala, Dewanya adalah Batari Durga. Kayunya Cemara: Angkuh, perbuatannya buruk, suka berbicara ngobrol. Burungnya: Ayam Hutan, disayang bangsawan/orang besar.  Berjiwa Durga, terhadap sesamanya tidak mengenal rasa takut.

Wuku Bala Sarwa Tiba Ing Sela Mongso, maknanya: seringkali menimbulkan Huru-Hara. Celakanya: Kalau kena tenung dan diracuni. Kala/Apesnya: Ada di Barat Laut menghadap tenggara. Individu yang terlahir pada wuku Bala selama 7 hari, dari tanggal 22 Maret (Minggu Kliwon) ~ 29 Maret 2015 (Sabtu Legi), sebaiknya jangan melakukan perjalanan jauh ke arah Barat Laut.



Posisi Kala dan Rotasi Waktu Wuku Bala




Jumat, 13 Maret 2015

Minggu Wuku Prangbakat 15-21 Maret 2015, Berburu Kanugrahan (Keberuntungan)

Mpu Totok Brojodiningrat
Padepokan Keris Brojodiningrat, Surakarta


Penelitian Mandau dan Blontang, Situs Kerajaan Pinang Sendawar,
Kutai Barat, Kalimantan Timur

Wuku Prangbakat, dibawah pengaruh Batara Bisma. Lama rotasi 7 hari, dari tanggal 15 ~ 21 Maret (Minggu Pon ~ Sabtu Wage) 2015.

Resi Warabisma atau Bathara Bisma
Simbol Padewan Wuku Prangbakat
Tanggal 15 Maret 2015 (Minggu Pon):  Banyak orang mulai sakit demam, sakit kepala, sakit perut. Untuk bepergian urusan bisnis tidak baik.

Tanggal 16 Maret 2015 (Senin Wage): Bayi yang terlahir akan  banyak sahabatnya. Para pelaku bisnis cenderung mendulang untung besar. Hari ini banyak rejeki dan wataknya Rahayu.

Tanggal 17 Maret 2015 (Selasa Kliwon): Sangat baik untuk memulai menanam tanaman buah buahan. Tapi bepergian untuk urusan bisnis dan urusan penting lainnya tidak baik.

Tanggal 18 Maret 2015 (Rabo Legi): Baik sekali untuk menaikkan padi di lumbung atau menyimpan padi dan bahan pangan di logistik. Membikin kongsi dagang, utamanya bisnis property. Baik untuk menanam modal, cenderung mendulang untung.

Tanggal 19 Maret 2015 (Kamis Paing): Hari ini adalah Lebu Katiyub Angin (debu yang tertiup angin) banyak upaya dan usaha yang Muspro/sia sia. Sebisa mungkin dihindari bepergian urusan penting, karena akan banyak mendapat musuh baru.

Tanggal 20 Maret 2015 (Jum'at Pon): hari ini juga Lebu Katiyup ing Angin (debu tertiup angin) banyak perjuangan yang nihil hasilnya. Tidak baik untuk memulai membangun rumah, gedung, dan fasilitas umum lainnya, karena cenderung bangunannya akan bermasalah. Untuk bepergian akan mendapatkan sakit, baik sakit fisik ataupun  sakit non fisik.

Tanggal 21 Maret 2015 (Sabtu Wage): Untuk bepergian suatu urusan akan mendapatkan apa yang dituju/maksud. Banyak Kanugrahan/keberuntungan. Akan tetapi setiap langkah penting/mengambil kebijakan penting  harus disertai dengan kehati hatian, karena hari ini adalah Satriya Wirang. Kecenderungan mendapatkan Malu besar atau "Kewirangan" (Menuai Malu yang Tiada Terkira)

Catatan: individu yang terlahir bertepatan dengan Lebu Katiyup Angin dan Satriya Wirang, pada jaman dahulu sering diadakan ritual Ruwatan Pawukon untuk menetralisir energi negatif dari individu yang bersangkutan.
Wuku Prangbakat cenderung cocok keris berdapur:
a. Keris yang Leres (lurus) adalah, dapur Kebo Lajer, Kebo Teteki/Kebo Teki, Bethok, Jalak.  
b. Keris yang Luk adalah, Dhapur Sangkelat (Luk 13) dan dhapur Pandawa (Luk 5).

Wuku Prangbakat, dewanya adalah Batara Bisma. Kayunya: pohon Pucang Tirisan. Berumur panjang. Rejeki berlimpah, punya harga diri dan gengsi yg tinggi. Burungnya: Urang urangan, gesit dan tangkas gerakannya. Perintahnya dingin didepan, tapi panas dibelakang. Orang Prangbakat kaku/keras hatinya. Celakanya jika Memanjat bisa Apes. Kolo/Marabahya posisi dibawah menghadap keatas. Wuku Prangbakat selama 7 hari dari tgl 15 maret ~ 21 Maret 2015 (Minggu Pon ~ Sabtu Wage) seyogyanya menghindari kegiatan panjat memanjat.

Simbol Rotasi Wuku Prangbakat.
Posisi Kala (marabahaya) berada di bawah, menghadap ke atas.
Hati-hati dalam Memanjat.

Wuku Prangbakat dalam minggu ini masih masuk durasi Mongso "Kasongo" yaitu, "Wedharing Wacana Mulya" Mongso gangsir ngenthir, gareng ngereng, pari mrekatak. Bayi lahir ing mongso iki watakke Ngembreh, ora dumuwe.

Artinya: Terbukanya Ungkapan Rasa Ingin Hidup Mulia, akan tetapi hanya sebatas Wacana belaka. Janji-janji manis masih banyak bertebaran tanpa ada bukti yang berarti. Bagaikan nyanyian Gareng pung (sejenis Jangkrik) yang meninabobokkan pendengarnya. Bayi yang terlahir pada mongso ini punya pembawaan boros.

Kamis, 12 Maret 2015

Minggu Wuku Manahil, 8-14 Maret 2015, Memulai Tanaman Bunga dan Bisnis Properti

Mpu Totok Brojodiningrat
Padepokan Keris Brojodiningrat






Wuku Manail, dibawah pengaruh Batara Citragatra. Lama rotasi 7 hari. Dari tanggal 08 Maret ~ 14 Maret (Minggu Legi ~ Sabtu Paing) 2015.

Simbol Rotasi Wuku Manail/Manahil
"Bathara Kala ada di Tenggara"

Tanggal 08 Maret (Minggu Legi) 2015: Tidak baik untuk punya hajad besar seperti pengantin, pindahan rumah, memulai suatu usaha/bisnis baru. Tapi untuk memburu orang yang melakukan kejahatan mudah berhasil.

Tanggal 09 Maret (Senin Paing) 2015: Sangat baik untuk memulai menanam tanaman bunga, untuk melakukan perjalanan bisnis baik, banyak mendulang untung. Hari ini wataknya Rahayu.

Tanggal 10 Maret (Selasa Pon) 2015: Sebaiknya menghindari perjalanan penting/bisnis. Tidak baik, akan cenderung banyak kendala dikemudian hari.

Tanggal 11 Maret (Rabo Wage) 2015: Sangat baik untuk memulai menanam Cikal/bibit pohon kelapa, akan berbuah maksimal dan durasi berbuahnya akan lebih lama. Sangat baik untuk berbisnis pangan maupun sandang, cenderung mendulang keuntungan.

Tanggal 12 Maret (Kamis Kliwon) 2015: Tidak baik untuk bepergian urusan penting juga urusan bisnis.

Tanggal 13 Maret (Jumat Legi) 2015: Baik untuk urusan bisnis properti. Untuk bepergian urusan bisnis baik. Akan tetapi hari ini adalah Satriya Wirang, sebisa mungkin menghindari hajadan mantu/penganten. Pindahan rumah, memulai pekerjaan bangunan gedung dan lain-lain.

Tanggal 14 Maret (Sabtu Paing) 2015: Sangat bagus untuk memulai mencari lahan yang digunakan untuk perumahan. Baik untuk memulai menanam pohon pisang, polo kapendhem (seperti ketela, ubi dan sejenisnya). Untuk bisnis Agrobisnis sangan baik.

Wuku Manail, dewanya Batara Citragatra: Kayunya pohon Tigaron: sedikit manfaatnya. Burung: Sepahan, makannya serba enak. Memiliki firasat yang tajam. Perintahnya dingin, artinya harus terlaksana apa yang diinginkannya. Pembawaannya selalu curiga. Apes/celakanya: Terkena Besi. Kolo/halangan: di Tenggara. Selama 7 hari dari tanggal 08 Maret ~ 14 maret (Minggu Legi ~ Sabtu Paing) 2015, individu yang terlahir dalam rotasi Wuku Manail sebaiknya jangan melakukan perjalanan jauh ke arah Tenggara.

Simbol Padewan Wuku Manahil
Bathara Citragatra

Wuku Manail cenderung cocok dengan keris: Dhapur Pudhak Sategal, dhapur Campur bawur, dhapur Kebo Lajer, dhapur Sempono Kinjeng.

Wuku Manail dalam minggu ini masuk dalam rotasi Pranotomongso Kasongo.
Condronya: "Wedharing Wacana Mulya" Mongso gangsir ngenthir, gareng ngereng. Pari mrekatak. Bayi lahir ing mongso iki watakke ngembreh. Ora duwe. 
Artinya: Terbukanya ungkapan rasa ingin hidup mulia. Akan tetapi hanya sebatas pada wacana saja, banyak terjadi janji janji manis yang tidak bisa diwujudkan, bak nyanyian kutu kutu walang atogo (hewan kecil yang mengeluarkan bunyi-bunyianan dimalah hari) sebagai penghantar tidur para penghuni bumi setelah disuguhi dongengan yang memukau. Bayi yang terlahir pada mongso ini wataknya boros.



Minggu, 01 Maret 2015

Minggu Wuku Wuye, 1-7 Maret 2015: Pantangan Impor Sapi, Perkuat Tali Persaudaraan


Mpu Totok Brojodiningrat
Padepokan Keris Brojodiningrat, Surakarta


Mpu Totok Brojodiningrat bersila memangku Bakalan/bahan keris
saat ritual membabar keris pusaka untuk Bpk. Jusuf Kalla
Candi Cetho, Gunung Lawu, Jawa Tengah, 2014.

Wuku Wuye, dibawah pengaruh Batara Kuwera, merupakan Dewataning Pesugihan (kekayaan). Durasi Wuku Wuye dari tanggal 01 Maret ~ 07 Maret (Minggu Wage ~ Sabtu Kliwon) 2015.

Bathara Kuwera, Wuku Wuye
Didalam wuku Wuye ini, terdapat 2 (dua) hari Satriya Wirang dan hari Tali Wangke. Walaupun dibawah pengaruh Batara Kuwera/dewanya kekayaan, akan tetapi para pemangku kepentingan Kewirangan/malu besar, dikarenakan hajad mendasar hidup orang banyak/rakyat yaitu bahan makan pokok sangat melambung tinggi fantastis diluar nalar.

Simbol Rotasi Wuku Wuye

Tanggal 01 Maret (Minggu Wage) 2015: Baik untuk melakukan bakti sosial, akan banyak manfaat bagi yang menerima atau tepat sasaran, memberikan sumbangan dalam bentuk apapun akan sampai alamatnya demikian juga dengan pesan moralnya. Wataknya hari adalah Rahayu.

Tanggal 02 Maret (Senin Kliwon) 2015: Tidak baik. Hari ini selain Satriya Wirang (mendapatkan malu besar) juga merupakan hari Tali Wangke (Tali Bangkai). Pantang melakukan hal penting, misal seperti Pernikahan. Sangat pantang untuk menurunkan ternak berkaki empat dan sangat pantang untuk meng-import Sapi atau binatang kaki empat. Jika bepergian akan mudah terkena pengaruh orang lain. Pantangan untuk memulai membangun rumah atau gedung dan boyongan/pindah rumah atau kantor.

Tanggal 03 Maret (Selasa Legi) 2015: Wataknya Rahayu. Sangat baik untuk memulai menanam Pala Kapendhem, seperti Ketela, Ubi-ubian dan yang buahnya tertanam didalam tanah. Baik melakukan kegiatan Agrobisnis, cenderung mendulang untung.

Tanggal 04 Maret (Rabo Paing) 2015: Sangat baik untuk menjala ikan atau mengambil hasil laut, nelayan akan mendapat ikan/hasil laut yang lebih baik ketimbang pada hari-hari biasanya. Untuk membuat MoU (Memorandum of Understanding) bisnis perikanan sangat baik, cenderung mendulang untung, tetapi jika punya laku menyimpang dalam hal bisnis di laut maka akan banyak mengalami masalah. Hari ini juga baik untuk memulai memasang tumbal sawah.

Tanggal 05 Maret (Kamis Pon) 2015: hari ini masih sangat baik untuk menjala atau mencari ikan/hasil laut, pengaruh Batara Kuwera/dewanya kekayaan masih menyelimuti secara alami. Untuk bepergian baik, banyak rejeki. Akan tetapi pada hari ini setiap tindak harus cermat dan hati hati, karena hari ini adalah Satriya Wirang (mendapatkan malu besar). Jika tindakan anda tidak hati-hati maka di kemudian hari akan menuai malu besar.

Tanggal 06 Maret (Jumat Wage) 2015: baik untuk bersedekah atau melakukan bakti sosial, banyak manfaat karena sampai kepada alamat yang dimaksud. Watak hari Rahayu.

Tanggal 07 Maret (Sabtu Kliwon) 2015: baik untuk memulai membongkar bangunan yang sudah tidak layak pakai atau untuk didirikan bangunan baru. Sangat baik untuk kembali menyambung Tali Persaudaraan yang sempat terputus, hasilnya positif untuk masing-masing pihak.

Wuku Wuye dan Keris
Individu yang terlahir pada rotasi Wuku Wuye cenderung cocok dengan dhapur keris sebagai berikut:

  • keris dhapur Brojol
  • keris dhapur Semar Tinandhu
  • keris dhapur Sutomo Bandhung
  • keris dhapur Sempono/Sempana/Supono
  • keris dhapur Rorosiduwo
  • keris dhapur Pandhawa/Pandowo

Karakter Wuku Wuye
Wuku Wuye dibawah pengaruh Bathara Kuwera (simbol dewanya kekayaan).

  • Kayunya: Pohon Tal. 
  • Watak: Panjang Usia
  • Simbol Burung: Burung Gogik yang bermakna cemburuan, pemikirannya tajam dan cerdas, ikhlas dalam segala hal kepada sang kekasih. Akan tetapi, jika keinginan dan perintahnya tidak dituruti cenderung mudah putus asa.
  • Posisi Apes/Kala : berada di Barat, menghadap Timur. Saat rotasi Wuku Wuye dari tanggal 01 Maret - 07 Maret (Minggu Wage hingga Sabtu Kliwon) tahun 2015, seyogyanya menghindari perjalanan jauh ke arah Barat.

Wuku Wuye dan Mangsa
Wuku Wuye dalam minggu ini masuk didalam Pranoto Mongso Kasongo. 
Candranya: Wedharing Wacana Mulya". Mongso Gangsir ngenthir, Gareng ngereng. Pari mrekatak. Bayi lahir ing mongso iki watakke ngembreh. Ora demuwe.
Artinya:
Munculnya ungkapan pada kemulyaan hidup. Tapi hanya sebatas "wicara" (wacana dalam pengertian minim tindakan), tanpa diimbangi bentuk nyata. Gangsir (sejenis jengkerik) pamer suaranya yang nyaring dan Gareng pung (jenis serangga yang besar) pamer suara yang memekakkan telinga. Banyak orang yang menyuarakan janji manis yang palsu. Bayi yang terlahir pada mongso ini wataknya tidak bisa hemat.


***