Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagian 2 Serat Pawukon: Wuku Ke-20 Madhangkungan

Wuku Madhangkungan - Serat Pawukon

Wuku Madhangkungan - Serat Pawukon

Disadur oleh Anom Surya Putra (2025)

Wuku Madhangkungan merupakan wuku keduapuluh dalam perhitungan kalender Jawa. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai watak, karakter, dan petunjuk hari untuk Wuku Madhangkungan.

Aspek-Aspek Wuku Madhangkungan

Dewa Bathara Basuki. Wataknya: tuntas dalam pembicaraan (putus ing pamicara), segala hal menerima (anarima) akibatnya diterima (katarima).
Gedung Ada di atas. Yang melihat saling suka dan kasih, tuntas dalam pertimbangan (wiweka), menerima segala takdirnya, serta menerima tuannya.
Pohon Palasa. Menjadi bunganya hutan, yang melihat banyak yang suka, akhirnya tidak ada pekerjaannya (tan ana gawene).
Burung Pêlung. Kesukaannya ada di air, tidak terlalu suka berkumpul dan bersuka ria, kesukaannya di tempat sepi, budinya sering ditemui di belakang (tua).
Candra Perkutut hinggap di puncak gunung. Wataknya: menyombongkan segala hal, lahir berwatak pandita, batinnya tidak bersyukur, hatinya selalu penuh hiasan (rêrênggi).
Lambang/Celaka Buaya mengaum (baya angurak). Wataknya: agak disegani (keringan). Celakanya: terkena sumpah (supata) atau samar (kasamaran).
Sedekah Nasi punar (kuning), lauknya ayam wiring kuning (bulu kuning di sayap/ekor) digoreng dan jenang merah. Doanya: ngumur dan Bala srèwu.
Kala Jaya Bumi Ada di timur. Tujuh hari jangan pergi menyongsong Kala.

Petunjuk Hari Wuku Madhangkungan

Hari & Pasaran Padewan Padangon Paringkêlan Sêngkan Turunan Paarasan Păncasuda Wariga Gêmêt Keterangan/Hasil
Minggu Kliwon Yama Nohan Aryang Turun Kuthilapas Lintang Lêbu Katiyub Ngangin Ala Memasang tumbal pembatal (wurungan) dan sêsirêp (penenang), yang berniat buruk tidak mempan (ora tumama).
Senin Legi Lodra Wogan Wurukung Naik Sri Angin Tunggak Sêmi Rahayu Menaikkan padi ke lumbung: berkat.
Selasa Paing Brama Tulus Paningron - Aras Kêmbang Satriya Wirang Baik Memasang tumbal serta memasang tombak: utama.
Rabu Pon Kala Wurung Uwas - Rêmbulan Bumi Kapêtak Ala Segala pekerjaan buruk, fitnah datang, celaka dari perkataan yang diceritakan.
Kamis Wage Uma Dadi Mawulu - Aras Kêmbang Tunggak Sêmi Rahayu Segala pekerjaan baik, jika bepergian mendapat hidangan (boga) di jalan.
Jumat Kliwon Sri Dangu Tungle - Rêmbulan Wasesa Sêgara Ala Mengadu racun bisa mujarab (mandi).
Sabtu Legi Endra Jagur Aryang - Rêmbulan Bumi Kapêtak Baik Meminta saling suka, mencari guntur rumah rahayu.

Ringkasan Wuku Madhangkungan

Wuku Madhangkungan memiliki pembicaraan yang tuntas dan menerima segala takdir dengan ikhlas. Mereka disukai banyak orang namun akhirnya tidak memiliki pekerjaan. Mereka tidak suka berkumpul dan lebih senang di tempat sepi. Meskipun lahir berwatak pandita, batinnya tidak bersyukur dan selalu penuh hiasan. Mereka agak disegani namun perlu waspada terhadap sumpah atau hal-hal yang samar.

Posting Komentar untuk "Bagian 2 Serat Pawukon: Wuku Ke-20 Madhangkungan"

Artikel Populer (7 Hari Terakhir)

Minggu Wuku Bala 22-28 Maret 2015 dan "Huru Hara" di Bulan Maret 2015
Minggu Wuku Sinta, 3-9 Mei 2015, Membuka Peternakan Skala Besar
Minggu Wuku Wugu, 29 Maret- 4 April 2015, Eksplorasi Tambang Batu Bara dan Janji Penguasa pada Rakyat Desa
Kisah Wuku Kulawu 23-29 Juni 2024: Anugerah Bumi dan Bayang-Bayang Ular di Utara
Minggu WUKU PAHANG DAN FILOSOFI KERIS, 18-24 Januari 2015
Minggu Wuku Wayang (5-11 April 2015): Perjalanan Bisnis dan Ritual Tempat Usaha
Minggu Wuku Maktal, 22-28 Februari 2015, Kehati-hatian dalam Investasi