WangSit Pawukon

Metafisika Waktu itu Bernama Pawukon

Membongkar Peta Batin Kuno Di dalam diri kita, terbentang sebuah "peta" batin yang unik. Peta ini adalah cerminan dari pola ...

Bagian 2 Serat Pawukon: Wuku Ke-18 Mrakeh

Wuku Mrakèh - Serat Pawukon

Wuku Mrakèh - Serat Pawukon

Disadur oleh Anom Surya Putra (2025)

Wuku Mrakèh merupakan wuku kedelapanbelas dalam perhitungan kalender Jawa. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai watak, karakter, dan petunjuk hari untuk Wuku Mrakèh.

Aspek-Aspek Wuku Mrakèh

Dewa Bathara Surènggana. Wataknya: menerima segala takdir (narima satitah).
Gedung Dijunjung. Wataknya: memperlihatkan kasih sayang tuannya, sangat menerima pembagian (bagêt anarima ing pandum).
Pohon Trêngguli. Wataknya: tidak suka berada di negara (praja), dan agak menyendiri (andhewe) pikirannya.
Panji (Umbul-umbul) Terbalik. Wataknya: agak cepat (cêpak) kemuliaannya.
Candra Bunga satu taman yang dijaga (sinêngkêran). Agak pelit (kumêt) tetapi manis bicaranya, jika ditunjuk pemikiran baik sering menjerumuskan (anjalomprongake) untuk tujuan tidak benar (amrih dudu).
Lambang/Celaka Kapak patah (boros asêmpal). Wataknya: sering sial (apêsan). Celakanya: terbawa arus (kabalabak) dan tenggelam di air.
Sedekah Nasi wuduk dikukus dari beras satu pitrah, lauknya ayam putih mulus direbus (linêmbar), dan juwadah (kue tradisional) bermacam-macam, serta sayuran sembilan warna. Doanya: tulak bilai wêkasan slamêt (tolak bala akhirnya selamat).
Kala Jaya Bumi Ada di utara. Tujuh hari jangan pergi mendatangi Kala.

Petunjuk Hari Wuku Mrakèh

Hari & Pasaran Padewan Padangon Paringkêlan Sêngkan Turunan Paarasan Păncasuda Wariga Gêmêt Keterangan/Hasil
Minggu Legi Brama Dadi Mawulu Sri Turun Taman Aras Pêpêt Sumur Sinaba Rahayu Menanam umbi-umbian (pala kabrungkah): baik.
Senin Paing Kala Dangu Tungle - Lintang Bumi Kapêtak Rahayu Segala pekerjaan baik, guntur rumah (membuat rumah): utama (prayoga).
Selasa Pon Uma Jagur Aryang - Aras Pêpêt Satriya Wibawa Ala Jangan bepergian sakit (kalaran) di perantauan.
Rabu Wage Sri Gigis Wurukung - Aras Tuding Satriya Wibawa Rahayu Tetapi jika bepergian dekat hawa nafsunya (cêpak hawa nêpsune) marah-marah (muring-muring) di perantauan.
Kamis Kliwon Endra Kerangan Paningron - Banyu Bumi Kapêtak Rahayu Meminta saling suka, mengobati orang sakit: cepat sembuh.
Jumat Legi Guru Nohan Uwas - Aras Tuding Satriya Wirang - Memasang segala perkakas: baik, seperti: rajêg (pagar), luwang (lubang), jala, sèsèr (serok ikan) dan sejenisnya.
Sabtu Paing Yama Wogan Mawulu Naik Asu Ajag Gêni Satriya Wibawa Rahayu Bepergian menemui selamat.

Ringkasan Wuku Mrakèh

Wuku Mrakèh memiliki sifat menerima segala takdir dengan ikhlas. Mereka memperlihatkan kasih sayang tuannya dan sangat menerima pembagian. Mereka tidak suka berada di negara dan agak menyendiri. Meskipun pelit, mereka manis bicaranya namun sering menjerumuskan untuk tujuan tidak benar. Mereka sering sial dan perlu waspada terhadap bahaya terbawa arus dan tenggelam di air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konsultasi/diskusi lebih lanjut, silahkan posting di kolom komentar