WangSit Pawukon

Metafisika Waktu itu Bernama Pawukon

Membongkar Peta Batin Kuno Di dalam diri kita, terbentang sebuah "peta" batin yang unik. Peta ini adalah cerminan dari pola ...

Kamis, 01 Oktober 2015

Minggu/Wuku Prangbakat 11-17 Oktober 2015, Menyambut 1 Sura, Rebo Legi, Tahun Jimawal, Penanda Hujan, Panen, dan Banjir

Mpu Totok Brojodiningrat
memimpin ritual memulai pembabaran/pembuatan keris di Padepokan


Wuku Prangbakat, kali ini bertepatan dengan 1 Sura, yang jatuh pada hari Rabu Legi, Tahun Jimawal, Windu Sengara. Tanggal 1 Sura yang jatuh pada hari Rabu Legi dinamakan Buda Mahesa. Kurun waktu ini mempunyai Sasmita atau pertanda bahwa tahun depan (terhitung sejak 1 Sura ini) akan banyak curah hujan, dan Tanduran Tulus (tanaman tumbuh subur serta berhasil panennya), akan tetapi banjir bandang potensi terjadi di belahan bumi pertiwi ini.

Bathara Bisma
Simbol Padewan Minggu/Wuku
Prangbakat

Wuku Prangbakat dengan simbol Batara Bisma pada 1 Sura, akan mewarnai Teratai hati para wanita. Akan banyak wanita kecewa hati karena harapan yang disangkutkan pada lelaki untuk didudukkan dalam singgasana pelaminan yang penuh dengan mozaik-mozaik kebahagian akan pupus karena kandas di persimpangan jalan lantaran sesuatu hal.

Ditengah gemuruh air hujan yang seperti dicurahkan dari langit bersama itu pula banyak terjadi sumpah dan janji  dari orang orang yang kelak akan menjadi masalah besar.

Untuk menetralisir energi negatif dari 1 Sura yang jatuh pada hari Buda Mahesa ini, adalah bersedekah masakan daging Lembu yang dibumbu manis bagi mereka yang mampu mewujudkannya.

Wuku Prangbakat berdurasi dari tanggal 11 Oktober 2015~ 17 Oktober 2015 (Minggu pon ~ Sabtu wage).

Tanggal 11 Oktober 2015 (Minggu pon): Tidak baik untuk melakukan suatu perjalanan penting, cenderung akan jatuh sakit.

Tanggal 12 Oktober 2015 (Senin Wage): Bayi yang terlahir pada hari ini sangat akan sangat mudah mendapatkan teman atau sahabat. Hari ini banyak rejeki datang.

Karakter Hari, Minggu/Wuku Prangbakat
dan Posisi "Bathara Kala"

Tanggal 13 Oktober 2015 (Selasa Kliwon): Sangat baik untuk memulai menanam tanaman buah buahan. Untuk melakukan bepergian penting tidak baik.

Tanggal 14 Oktober 2015 (Rabu legi): Hari ini adalah 1 Sura, sangat baik untuk melakukan Tirakat dan mawas diri atau intropeksi. Tidak baik untuk melakukan hajadan penting, seperti pernikahan, boyongan rumah.

Tanggal 15 Oktober 2015 (Kamis paing): Hari ini adalah Lebu Katiyub Angin, banyak hal yang dilakukan hanya sia-sia belaka seperti debu yang tertiyup angin. Orang yang bepergian cenderung ketemu musuh yang menyulut emosi.

Tanggal 16 Oktober 2015 (Jumat pon): Hari ini juga Lebu Katiyub Angin. Tidak baik untuk memulai membangun rumah, hotel dll.

Tanggal 17 Oktober 2015 (Sabtu wage): Banyak kabegjan atau keberuntungan. Berpergian ketemu yang dituju/dimaksud.


Wuku Prangbakat dibawah pengaruh dewa bumi Batara Bisma. 
Kayunya: Tirisan. Panjang usia, banyak rejeki. Terkesan angkuh. 
Burungnya: Urang-urangan. Perintahnya dingin didepan, panas dibelakang. 
Wuku Prangbakat punya sifat Tangkas. tetapi kaku hatinya. 
Celakanya: Jika memanjat. Kolo/apes: berada dibawah menghadap keatas. 
Selama 7 (tujuh) hari jangan memanjat/mendaki.

Manuskrip Pawukon
Sumber: Museum Brojobuwono, karanganyar, Jateng

Keris yang cocok bagi wuku Prangbakat, antara lain:

  • Keris dapur Kebo Lajer, 
Keris dhapur Kebo Lajer, Tangguh Jenggala
Koleksi foto: Sigit Yunarka (Klaten)
  • keris dapur Kebo Teki, 
  • keris dapur Bethok, 
  • keris dapur Tebu Sauyun, 
  • keris dapur Pandawa,
  • keris dapur Sangkelat. 
Keris Dhapur Sangkelat
Koleksi foto: Yan Radityo


Pasangan ideal dalam Pilkada bagi wuku Prangbakat: wuku Kurantil dan wuku Mandasiya.

Batu permata dan akik bagi wuku Prangbakat, antara lain: Pancawarna, Jamrud, blue Safir.***

Kompas Wuku
Kedudukan Prangbakat, Kurantil, Mandasiya (diatas)










Minggu, 27 September 2015

Minggu/Wuku Wuye 27 September-3 Oktober 2015: Berpasangan Ideal dalam Pilkada dengan Landhep-Kuningan, Bercincin Sunkist Borneo

Mpu Totok Brojodiningrat
Penelitian Blontang, Muara Lawa, Kutai Barat, Kaltim

Wuku Wuye, didalam Mongso Kapat. Candrane: "Waspo Kumembeng Jroning Kalbu". Mangsane Tuk podho mampet lan sumur podho asat. Wit randu wiwit pentil. Manuk manyar gawe susuh. Bayi lahir ing mongso iki watakke resikan. 

Artinya: "Air mata duka menggenang dalam telaga hati". Saat sumber mata air banyak yang tidak keluar, sumur sumur kekeringan. Pohon randu mulai berbuah, burung manyar membuat sarang. Bayi yang lahir pada mongso ini wataknya suka pada kebersihan.

Bathara Kuwera, Simbol Wuku/Minggu Wuye

Wuku Wuye, durasi dari tanggal 27 September 2015 ~ 03 Oktober 2015 (Minggu wage ~ Sabtu kliwon). Gambar karakter hari dalam wuku dan posisi "Bathara Kala" ditampilkan berikut ini,  disertai uraian/penjelasan berdasarkan hari. Uraian diawali pada gambar "ikan dan celeng/babi hutan" yang mensimbolkan hari Minggu, seterusnya gambar "Harimau" sebagai simbol hari Senin.

Karakter Hari dan Posisi "Bathara Kala",
Minggu/Wuku Wuye
Tanggal 27 September 2015 (Minggu wage): Wataknya hari adalah rahayu, sangat baik untuk bersedekah.

Tanggal 28 September 2015 (Senin kliwon): Hari ini adalah Satriya Wirang (mendapat malu besar), juga bertepatan hari Tali Wangke (mengikat mayat). Untuk bepergian urusan penting mendapatkan malu dan gampang terpengaruh hal yang tidak baik dari kata kata orang lain. Tidak baik untuk melangsungkan pernikahan, boyongan rumah, memulai membangun rumah.

Tanggal 29 September 2015 (Selasa legi): Baik untuk urusan usaha Agrobisnis. Baik untuk menanam Pala kapendhem, seperti ketela pohon dan sejenisnya.

Tanggal 30 September 2015 (Rabu paing): Sangat baik untuk menjala ikan, bisnis perikanan. Membuat  tumbal sawah bagus dan terhindar dari hama.

Tanggal 01 Oktober 2015 (Kamis pon): Hari ini adalah Satriya Wirang, hati-hati didalam bertindak supaya tidak mendapatkan malu besar. Baik untuk mencari ikan. Bepergian mendapatkan rejeki dari arah yang tidak pernah terduga.

Tanggal 02 Oktober 2015 (Jumat wage): Wataknya Rahayu, sangat baik untuk bersedekah.

Tanggal 03 Oktober 2015 (Sabtu kliwon): Saat yang baik kalau ingin membongkar bangunan. Menjalin persaudaraan sangat baik

Wuku Wuye, dewanya Batara Kuwera.
Kayunya: Pohon Tal, cenderung panjang usianya.
Burungnya: Gogik, cemburuan. Berpikiran tajam atau pandai. Terhadap orang yang dicintainya selalu ikhlas. Akan tetapi mudah putus asa jika perintahnya tidak segera dituruti.
Wuku Wuye: Getih tinumbing ngarum arum. Artinya, sangat mudah berputus harapan.
Kolo/Apes: ada di Barat. Selama 7 (tujuh) hari jangan melakukan perjalanan jauh kearah Barat.

Ilustrasi: Manuskrip Wuku Wuye
Koleksi: Museum Brojobuwono, Karanganyar, Jateng

Wuku Wuye, keris yang cocok antara lain: Keris dapur Brojol, keris dapur Semar Tinandu, keris dapur Semar Pethak, keris dapur Semar mesem, keris dapur Supono Bandung, Keris dapur Rarasiduwa, Keris dapur Pandawa, Keris dapur Pandawa Rare/Lare, Keris dapur Pandawa Cinarita.

Ilustrasi: Keris dhapur Pandawa Cinarita Pudhak Sategal
Koleksi: Sigit Yunarka (Klaten)

Batu permata dan batu akik yang cocok bagi wuku Wuye, antara lain:

  • Topaz kuning
  • akik cempaka
  • cat eye (mata kucing) kuning chrysoberyl
  • sunkist Borneo

Wuku Wuye pasangan ideal dalam Pilkada: Wuku Landep dan wuku Kuningan.*
Ilustrasi: Kompas Wuku
Posisi Wuku Wuye berada di Barat


Minggu/Wuku Maktal 20-26 September 2015: Berpasangan Ideal dalam Pilkada dengan Sinta-Galungan, Bercincin Meteor Hitam

Mpu Totok Brojodiningrat (kiri)
Ritual di Hutan Krendawahono, situs bersemayamnya Sang Durga Batari
tempat bertapa Nyai Calon Arang

Wuku Maktal, dalam minggu ini masuk "Mongso Kapat".


Candrane "Waspo Kumembeng Jroning Kalbu". Mangsane tuk podho mampet lan sumur podho asat. Wit randu wiwit pentil. Manuk manyar gawe susuh. Bayi ing mongso iki watakke resikan. 

Artinya: "Air mata duka menggenang dalam telaga hati" Sumber sumber air banyak yang tidak keluar air, sumur kekeringan. Pohon randu/kapuk mulai berbuah, burung manyar membuat sarang. Bayi yang terlahir pada mongso ini wataknya suka akan kebersihan.


Bathara Sakri, Simbol Minggu/Wuku Maktal

Wuku Maktal saat ini durasi dari tanggal 20 September ~ 26 September 2015 (Minggu paing ~ Sabtu pon). Gambar karakter hari dalam wuku dan posisi "Bathara Kala" ditampilkan berikut ini dan disertai uraian/penjelasan berdasarkan hari. Uraian diawali pada gambar "kijang" yang mensimbolkan hari Minggu, seterusnya gambar "matahari" sebagai simbol hari Senin.

Karakter Hari dan Posisi "Bathara Kala",
Minggu/Wuku Maktal
Tanggal 20 September 2015 (Minggu paing): Tidak baik untuk membuat segala bentuk perjanjian utang piutang. Akan menyisakan masalah di kemudian hari pada kedua belah pihak.

Tanggal 21 September 2015 (Senin pon): Tidak baik untuk melakukan perjalanan penting.

Tanggal 22 September 2015 (Selasa wage): Hari ini Bangas Padewan, juga Lebu Katiyub Angin. Tidak baik untuk hajad penting, seperti mantu/pernikahan, boyongan rumah, kantor. Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan bangunan, seperti perumahan, pertokoan, perkantoran, apartement, perhotelan dan lain sebagainya. Untuk melakukan bepergian banyak sialnya.

Tanggal 23 September 2015 (Rabu kliwon): Sangat baik untuk kembali menjalin tali persaudaraan, urusan dibidang pangan banyak rejeki.

Tanggal 24 September 2015 (Kamis legi): hari ini adalah Kolo, banyak kebohongan dan kekecewaan bagi yg melakukan suatu perjalanan jauh, dibelahan dunia terjadi tragedi didarat yang sangat memilukan dan miris di hati...

Tanggal 25 September (Jumat paing): Jangan mencairkan kredit, tidak baik untuk melakukan perjanjian kerja. Yang melakukan perjalanan jauh cenderung berseteru.

Tanggal 26 September 2015 (Sabtu pon): Merekrut tenaga kerja atau pegawai bagus. Menjalin persaudaraan sangat bagus.

Wuku Maktal, dewanya Batara Sakri.

Kayunya: Wit Nagasari.
Burungnya: Ayam Alas. Manis senyum dan tutur katanya, disukai banyak orang. Pengabdiannya diterima dan meninggalkan sejarah. Pangkat, derajat dan harta didapatkan pada waktu yang bersamaan. Berhati  lapang.
Celakanya: jika berkelahi. Kolo/apes: berada di Timur laut. Selama 7 (tujuh) hari jangan melakukan perjalanan jauh kearah Kolo.

Ilustrasi: Wuku Maktal
Sumber: Koleksi Museum Brojobuwono, Karanganyar, Jateng

Wuku Maktal, keris yang cocok antara lain: Keris dapur Jalak ngore, keris dapur Jalak sangu tumpeng, keris dapur jalak dingding/jinjing, keris dapur Jalak Tilam sari, keris dapur Condong campur, keris dapur Panimbal.

Ilustrasi: Keris dhapur Jalak, Tangguh Singosari
Koleksi Foto: Sigit Yunarka (Klaten)

Batu permata dan batu akik yang cocok bagi wuku Maktal, antara lain: Meteor hitam, Intan, kecubung wulung, mata kucing (cat eye).

Pasangan Ideal bagi wuku Maktal dalam Pilkada: wuku Sinta dan wuku Galungan.***

Ilustrasi: Kompas Wuku
Posisi Wuku Maktal berada di Timur Laut





Senin, 14 September 2015

Minggu/Wuku Madangkungan 13-19 September 2015


Mpu Totok Brojodiningrat,
Museum Keris "Neka", Ubud Bali.


Wuku Madangkungan, dalam minggu ini memasuki Mongso Kapat.

"Waspo Kumembeng Jroning Kalbu".  Mangsane Tuk podho mampet lan sumur podho asat.  Wit randu wiwit pentil. Manuk manyar gawe susuh. Bayi lahir ing mongso iki watakke resikkan. 

Artinya: "Air mata menggenang tertahan dalam telaga sanubari", banyak orang sedih hatinya tanpa bisa mengeluarkan air mata. Sumber-sumber mata air tersumbat, sumur pada kekeringan. Pohon randu mulai berbuah, burung manyar membuat sarang. Bayi yang terlahir pada mongso Kapat wataknya suka kepada kebersihan atau rapi.

Bathara Basuki
Simbol Padewan Wuku Madangkungan

Wuku Madangkungan dibawah pengaruh dewa bumi Batara Basuki. Durasi dari tanggal 13 September 2015 ~ 19 September 2015 (Minggu Kliwon ~ Sabtu Legi).

Tanggal 13 September 2015 (Minggu Kliwon): Hari ini adalah Lebu Katiyup Angin (Apa yang diperjuangkan atau dilakukan, seperti debu yang tertiup angin, sia sia tanpa hasil). Tetapi bagus untuk memasang atau membuat syarat Tolak Balak. Untuk memasang landeyan/tangkai tombak bagus angsarnya.

Tanggal 14 September 2015 (Senin Legi): Baik untuk menjalin kerja sama/kongsi dagang. Baik untuk menanam modal. Memulai berdagang terutama dalam bidang agrobisnis sangat baik. Untuk menyimpan padi dilumbung atau gudang sangat baik.

Tanggal 15 September 2015 (Selasa paing): Hari ini Satriya Wirang, hati-hati didalam mengambil langkah dan keputusan penting, karena akan mendapat malu besar pada ujungnya. Untuk memasang tumbal sawah atau pertanian sangat baik. Memasang landeyan atau tangkai tombak sangat baik.

Rotasi Hari dan Posisi Kala (di Timur)
Wuku Madangkungan

Tanggal 16 September 2015 (Rabu Pon): Banyak orang menebar "Wisa mandi". Fitnah bertebaran dimuka bumi, tidak baik untuk ditanggapi karena akan sangat merugikan diri sendiri.

Tanggal 17 September 2015 (Kamis Wage): Bepergian urusan dagang yang ada kaitannya dengan bidang pangan sangat baik, cenderung meraup untung dan sukses. Begitu juga dengan pekerjaan atau kegiatan lainnya, berdampak baik.

Tanggal 18 September 2015 (Jumat Kliwon): Hari ini Bangas Padewan, seyogyanya tidak untuk mantu, boyongan rumah, memulai membangun perkantoran, hotel dan tempat usaha lainnya.

Tanggal 19 September 2015 (Sabtu Legi): Baik untuk memulai membongkar bangunan seperti rumah dan lain sebagainya. Sangat baik untuk kulakan barang dagangan, cenderung mendulang untung.

Wuku Madangkungan keris yang cocok antara lain adalah: Keris dapur Sabuk Inten, keris dapur Sabuk Tampar, keris dapur Carang Soka, keris dapur Pandawa.

Ilustrasi: Keris Dhapur Carangsoka
Kolektor: Cakra Wiyata
Foto: anom (Pameran DPR-RI, 2015)


Wuku Madangkungan, batu permata atau akik yang cocok: Berlian, batu kolang kaling, kecubung es, manik banyu (mustika air).

Berlian, Pilihan Batu Permata
Orang Ber-Wuku Madangkungan
Sumber Foto: Detik.Com

Pasangan ideal bagi wuku Madangkungan dalam Pilkada adalah: Wuku Sungsang dan Wuku Watu Gunung.
Kedudukan Wuku Madangkungan (Timur)

Wuku Madangkungan: Dewanya Batara Basuki.
Kayunya: Plasa. Menjadi kembang hutan.
Burungnya: Pelung. Wataknya sangat tertarik pada air. Mata pencahariannya dilaut. Kelak akan mempunyai budi yang baik. Ikhlas kepada takdir. Bicaranya banyak.
Celakanya: Bisa terbunuh dimalam hari.
Kala/apesnya: di Timur. Selama 7 (tujuh) hari di saat memasuki wuku Madangkungan jangan melakukan perjalanan jauh ke arah Timur.

Manuskrip Pawukon
Koleksi: Museum Keris Brojobuwono
(Karanganyar, Jawa Tengah)

Senin, 07 September 2015

Minggu/Wuku Tambir, 6-12 September 2015: Pasangan Ideal Pilkada (Tambir, Dukut, Julungwangi), Ber-Cincin Batu Ruby

Mpu Totok Brojodiningrat,
Kirab Acara "Kongres Nasional I", Surakarta, 2011


Wuku Tambir, dalam minggu ini durasi dari tanggal 06 September 2015 ~ 12 September 2015 (Minggu Pon ~ Sabtu Wage), dibawah pengaruh Mongso Katelu.

Mongso Katelu: "Suto Manut Bopo". Mangsane lung lungan podho merambat inglanjarane, pring lan empon empon liyane podho ngebung (nukul). Polowijo mangsane panen. Bayi lahir ing mongso iki watakke kumer anteng. 

Artinya: "Anak Menurut pada Bapak/Orang Tua". Waktunya jenis tanaman merambat, terus menerus bergerak mencari rambatannya. Rumpun bambu dan tanaman sejenis kunyit, jahe, lengkuas dan lain-lain mulai tunas. Tanaman palawija panen. Bayi yang terlahir pada mongso ini anaknya pendiam.

Kedudukan Wuku Berdasarkan 8 Penjuru Mata Angin dan "Atas-Bawah"

Orang yang terlahir ber-Wuku Tambir, pasangannya yang ideal didalam Pilkada adalah orang yang terlahir ber-Wuku Dukut dan Wuku Julung Wangi.

Ilustrasi:Manuskrip Pawukon
Koleksi: Museum Keris Brojobuwono, Karanganyar, Jateng

Tanggal 06 September 2015 (Minggu Pon): Jangan memberangkatkan delegasi, tidak baik, akan mendapatkan malu.

Karakter Hari dan Posisi Kala
Minggu/Wuku Tambir
Tanggal 07 September 2015 (Senin Wage): Hari ini Sampar Wangke (Tersandung Mayat), tidak baik untuk melakukan hubungan intim, berpengaruh pada kesehatan rokhani dan jasmani. Hindari melakukan hal hal yang penting, seperti pernikahan, memulai membangun rumah, hotel, gedung, tempat usaha, boyongan/pindah rumah. Jangan memotong atau memanen bambu atau pohon bergetah, akan mudah dimakan bubuk dan mudah hancur. Untuk memasang landeyan tombak sangat baik. Melakukan perniagaan juga baik dan cenderung mendulang untung.

Tanggal 08 September 2015 (Selasa Kliwon): Sangat baik untuk menanam tanaman pala gumantung/pohon yang berbuah, akan bagus hasilnya. Untuk memulai usaha agrobisnis sangat baik.

Tanggal 09 September 2015 (Rabo Legi): Sebaiknya menghindari perjalanan jauh atau perjalanan penting, kelak dikemudian hari akan menimbulkan masalah atau kendala.

Tanggal 10 September 2015 (Kamis Paing): Sebenarnya sangat baik untuk memulai menanam padi jika sistem pertanian dilakukan seperti para leluhur Nusantara dahulu. Baik untuk usaha agrobisnis. Menanam modal cenderung mendulang untung. Akan tetapi setiap langkah harus hati hati karena hari ini adalah Lebu Katiyup Angin (debu yang diterbangkan angin)

Tanggal 11 September 2015 (Jumat Pon): Sangat baik untuk berniaga, terutama urusan Pangan dan sandang. Bisnis property atau perumahan, apartement, kos-kosan sangat bagus dan akan berkembang dengan cepat. Hari ini masih Lebu Katiyup Angin, hati-hati didalam setiap tindakan agar tidak merugi.

Tanggal 12 September 2015 (Sabtu Wage): Hari ini adalah Satriya Wirang (mendapat malu), hati-hati didalam mengambil keputusan atau langkah penting, terutama yang terkait dengan kepentingan banyak orang. Untuk berniaga, baik.

Bathara Siwah
Simbol Minggu/Wuku Tambir
Wuku Tambir, dewanya Batara Siwa. "Batara Siwa dalam lahirnya baik, akan tetapi didalam batinnya sering mengharapkan hasil."
Kayunya: Upas, tidak bisa digunakan sebagai pelindung.
Burungnya: Prenjak. Besar kemauannya. Senang memuji dirinya sendiri.
Tambir Anggara kasih upas racun, maknanya: budinya tidak baik. Celakanya kena fitnah.
Kala/apes: di Barat daya. Selama tujuh hari jangan pergi jauh ke arah Barat Daya.

Wuku Tambir, batu permata atau batu akik yang cocok adalah:

  • Ruby, 
  • Red baron, 
  • Merah siyam.


Keris yang cocok bagi wuku Tambir:

  • Keris dapur Kebo Lajer, 
  • Keris dapur Kebo Teki, 
  • Keris dapur Tebu Sauyun, 
  • Keris dapur Bethok, 
  • Keris dapur Sangkelat, 
  • Keris dapur Pandawa.




Minggu, 30 Agustus 2015

Minggu/Wuku Marakeh 30 Agustus - 5 September 2015, Pasangan Ideal Pilkada (Marakeh, Warigagung, Kulawu), Berbatu Cincin Meteor Hitam dan Kecubung Wulung, Ber-Keris Munding Wangi Lajer

Mpu Totok Brojodiningrat (1995)
Mendalang Wayang Kulit, Pagelaran Kraton Surakarta Hadiningrat
Peringatan Setengah Abad Kemerdekaan RI 1995


Wuku Marakeh durasi dalam minggu ini dari tanggal 30 Agustus 2015 ~ 05 September 2015 (Minggu Legi ~ Sabtu Paing).

Dibawah pengaruh Mongso Katelu: "Suta Manut Bapa". Mangsane lung lungan podho merambat ing lanjarane. Pring lan empon empon liyane podho ngebung (nukul). Palawija mangsane panen. Bayi lahir mongso iki watakke kumer anteng. 

Artinya: "Anak menurut kepada Bapak/orang tua". Waktunya tanaman merambat pada tempat rambatannya, rumpun bambu dan tanaman sejenis kunyit, jahe, lengkuas dan lainnya mulai bersemi. Tanaman palawija mulai panen. Bayi yang terlahir pada Mongso ini wataknya pendiam.

Kedudukan "Wuku" 8 Penjuru Mata Angin dan Atas-Bawah
Berdasarkan kedudukan Wuku, pasangan yang cocok untuk orang ber-wuku Marakeh didalam Pilkada adalah orang ber-wuku Warigagung dan wuku Kulawu.

Syawal 1948
Dulkaidah 1948

Agustus 2015

Syawal 1436
Dzul Qaidah 1436

Minggu RaditeSenin SomaSelasa AnggaraRabu BudhaKamis RespatiJum'at SukraSabtu Saniscara
26
Langkir
9 Legi
27
Langkir
10 Pahing
28
Langkir
11 Pon
29
Langkir
12 Wage
30
Langkir
13 Kliwon
31
Langkir
14 Legi
1
Langkir
15 Pahing
2
Mandhasiya
16 Pon
3
Mandhasiya
17 Wage
4
Mandhasiya
18 Kliwon
5
Mandhasiya
19 Legi
6
Mandhasiya
20 Pahing
7
Mandhasiya
21 Pon
8
Mandhasiya
22 Wage
9
Jlg. pujud
23 Kliwon
10
Jlg. pujud
24 Legi
11
Jlg. pujud
25 Pahing
12
Jlg. pujud
26 Pon
13
Jlg. pujud
27 Wage
14
Jlg. pujud
28 Kliwon
15
Jlg. pujud
29 Legi
16
Pahang
1 Pahing
17
Pahang
2 Pon
18
Pahang
3 Wage
19
Pahang
4 Kliwon
20
Pahang
5 Legi
21
Pahang
6 Pahing
22
Pahang
7 Pon
23
Kr.welut
8 Wage
24
Kr.welut
9 Kliwon
25
Kr.welut
10 Legi
26
Kr.welut
11 Pahing
27
Kr.welut
12 Pon
28
Kr.welut
13 Wage
29
Kr.welut
14 Kliwon
30
Marakeh
15 Legi
31
Marakeh
16 Pahing
1
Marakeh
17 Pon
2
Marakeh
18 Wage
3
Marakeh
19 Kliwon
4
Marakeh
20 Legi
5
Marakeh
21 Pahing
Sumber Gambar Kalender: Ki-Demang.Com

Tanggal: 30 Agustus 2015 (Minggu Legi): Rahayu. Sangat baik untuk menanam Pala Brungkah, Pala Kina. Baik untuk bercocok tanam.

Tanggal 31 Agustus 2015 (Senin Paing): Baik untuk membongkar rumah atau bangunan. Baik untuk sembarang kegiatan.

Tanggal 01 September 2015 (Selasa Pon): Tidak baik untuk melakukan perjalanan jauh/penting.

Karakter Hari Minggu/Wuku
Marakeh
Tanggal 02 September 2015 (Rabu Wage): Tidak baik untuk melakukan segala keperluan yang penting, banyak sekali halangan. Akan tetapi banyak orang yang mendapat rejeki nomplok dari arah yang tidak di sangka sangka, perbanyaklah bersedekah pada hari ini, karena akan sangat bermanfaat bagi sesama.

Tanggal 03 September 2015 (Kamis Kliwon): Rahayu. Untuk kulakan barang atau jual beli barang dagangan bagus, cenderung mendulang untung. Baik untuk membongkar rumah atau bangunan. Untuk mengobati orang yg sudah lama menderita sakit cenderung mendapatkan kesembuhan.

Tanggal 04 September 2015 (Jumat Legi): Hari ini Satriya Wirang (mendapat malu besar). Hati hatilah didalam mengambil suatu keputusan penting, apa lagi yang ada kaitannya dengan kepentingan banyak orang, walau hari ini wataknya rahayu dan baik untuk melakukan banyak kegiatan.

Tanggal 05 September 2015 (Sabtu Paing): Hari ini wataknya Rahayu, selamat untuk melakukan bepergian.

Wuku Marakeh: Dewanya Batara Surenggana.
Kayunya: Trengguli. Kembangnya tiada guna, maknanya tidak bisa disuruh untuk pergi jauh. Dipuji orang karena buahnya yang indah. Kehormatannya dekat. Baik hati. Kuat daya ingatnya.
Celakanya: Jika di Aniaya.
Kolo/Apes: di Utara. Selama 7 hari wuku Marakeh jangan melakukan perjalanan penting/jauh kearah
Bathara Surenggarana
Simbol Padewan Minggu/Wuku
Marakeh
Kolo atau Utara.

Batu permata dan batu akik yang cocok untuk wuku Marakeh, antara lain: Batu meteor warna hitam, kecubung wulung, Bulu Monyet, intan hitam

Keris yang cocok untuk wuku Marakeh: Keris dapur Campur Bawur, keris dapur Munding wangi Lajer, keris dapur Pudak Sategal, keris dapur Supana/sempana Kinjeng.




Minggu, 23 Agustus 2015

Minggu/Wuku Kuruwelut, 24-29 Agustus 2015: Pasangan Ideal Pilkada (Kuruwelut, Warigalit, Wayang), Berbatu cincin Pancamaya dan Jamrud

Mpu Totok Brojodiningrat
Arahan Budaya untuk Petugas Paskibraka,
"Filosofi Keris dalam Membangun Karakter Anak Bangsa"

Wuku Kuruwelut, dalam minggu ini durasi dari tanggal 23 Agustus 2015 ~ 29 Agustus 2015 (Minggu Wage ~ Sabtu Kliwon). Dibawah pengaruh Mongso Katelu.

Condronya Mongso: "Suta Manut Bapa". Mangsane Lung lungan podho merambat ing lanjarane. Pring lan empon empon podho ngebung (nukul). Palawija mangsane panen. Bayi lahir ing mongso iki watake kumer anteng. 

Artinya: "Anak Nurut Pada Bapak/Orang Tua" waktunya jenis tanaman yang merambat mulai tumbuh dan mencari rambatannya. Anak rumpun bambu dan jenis empon empon (kunyit, jahe, lengkuas dan lain sebagainya) mulai tumbuh. Palawija saatnya panen. Bayi yang lahir pada mongso ini wataknya pendiam.

Dalam dunia penghelatan politik nasional, pasangan yang cocok dan baik bagi wuku Kuruwelut dalam "Pasangan Pilkada" adalah wuku Warigalit dan wuku Wayang.

Kedudukan Wuku dalam Penjuru Mata Angin dan "Atas-Bawah"


Wuku Kuruwelut yang menaungi adalah Batara Wisnu, senopati perang para dewata, pernah mengalahkan Prabu Watu Gunung tanpa menggunakan kesaktiannya, tapi dengan kecerdikannya. Oleh karenanya, dalam konteks komunikasi individu antar-wuku, orang yang dinaungi wuku Watugunung disarankan untuk berhati-hati saat berpapasan dengan wuku Kuruwelut yang dipayungi oleh putra kelima Hyang manikmaya ini.

Bathara Wisnu
Simbol Minggu/Wuku Kuruwelut

Batara Wisnu berkahyangan/bersemayam di Untarasegara. Sering ngejawantah atau  menjelma ke dunia untuk brastha watak angkoro budi candhala ambeg siya (angkara murka) dengan cara menitis. Senjata yang dimiliki Bathara Wisnu berupa Cakra Baskara, yang titisannya juga memiliki, kecuali Sang Rama Regawa.

Bathara Wisnu juga memiliki pusaka sakti yang bisa menghidupkan orang meninggal Sak Jabane Pepesthen (mati sebelum waktunya) yang bernama Kembang Cangkok Wijayakusuma. Bathara Wisnu juga memiliki Aji Braholosewu yang amat nggegiri jika triwikrama (berubah wujud menjadi raksasa yang teramat besar). Saat Batara Wisnu menitis sebagai Narayana/Krisna, ajian itu diberikan oleh gurunya yang bernama Begawan Padmanaba yang sesungguhnya adalah Hyang Wisnu sendiri.

Batara Wisnu pernah menjelma sebagai Narasingha (manusia dengan berkepala singa) ketika memusnahkan raja raksasa Prabu Hiranyakasipu. Ia menjelma menjadi Matsa (ikan) untuk membinasakan Hargagriwa yang berujud raksasa sakti. Juga pernah ber-Avatara dalam wujud Wimana (orang kerdil) untuk membinasakan Ditya Bali.

Batara Wisnu identik dengan tunggangannya yaitu Garuda birawa bernama Bhirawan. Karena sayangnya kepada Garuda titihannya, Bhirawan dijadikan menantu dan dijodohkan dengan salah satu putrinya, yaitu Dewi Kastapi.

Didalam Purana, Batara Wisnu dikisahkan menjadi raja di Medangkamulan dengan gelar Prabu Satmata, juga sebagai Raja Pinandita di Kadiri bergelar Sri Aji Jayabaya yang kondang hingga sekarang dengan kitab Jongko Joyoboyo yang disadur oleh seorang Putut dari Padepokan Tegal Sari dibumi Wengker, yaitu Raden Mas Ngabehi Rongga Warsita.

Karakter Hari dalam Minggu/Wuku Kuruwelut

Tanggal 23 Agustus 2015 (Minggu Wage): Hari ini Kolo Dite, hari yang angker dan banyak sialnya juga halangan, terutama bagi yang terlahir Julung Caplok (terlahir pada waktu matahari menjelang tenggelam di ufuk barat). Namun hari ini sangat baik untuk memasang tumbal penolak balak. Memagari rumah, tempat usaha, perhotelan, perkantoran dan lain lain.

Karakter Hari dan Posisi Kala
Minggu/Wuku Kuruwelut

Tanggal 24 Agustus 2015 (Senin kliwon): Sangat baik untuk membuka/mencari lahan baru untuk perumahan, perhotelan, perkantoran dan tempat tempat usaha lainnya. Baik untuk membuka ikatan kerja sama. Mencari jodoh atau pasangan hidup. Membangun kembali tali persaudaraan yang terputus. Akan tetapi karena bertepatan dengan hari Satriya Wirang, hati hati dalam setiap mengambil keputusan penting agar terhindar dari rasa Malu Besar.

Tanggal 25 Agustus 2015 (Selasa Legi): Hari ini Kolo Tinantang. Hati hati jika terpaksa melakukan perjalanan jauh dan perjalanan penting.

Tanggal 26 Agustus 2015 (Rabu Paing): Untuk melakukan perjalan jauh dan perjalanan penting lebih hati hati, karena cenderung banyak terjadi kecelakaan.

Tanggal 27 Agustus 2015 (Kamis Pon): Hari ini Satriya Wirang, seyogyanya tidak membuat keputusan penting, karena berpotensi untuk mendapatkan Malu Besar nantinya. Untuk membuat dan memasang tumbal penolak balak sangat baik.

Tanggal 28 Agustus 2015 (Jum'at Wage): Hari ini juga sangat baik untuk membuat dan memasang tumbal penolak balak untuk rumah, tempat usaha, pabrik, perhotelan, perkantoran dll.

Tanggal 29 Agustus 2015 Agustus (Sabtu Kliwon): hari ini adalah Sampar Wangke (menyandung mayat/bangkai). Sangat tidak baik. Seyogyanya tidak untuk melangsungkan pernikahan. Memulai membangun rumah. Boyongan, juga hajad penting lainnya.

Karakter Orang Terlahir Wuku Kuruwelut

Wuku Kuruwelut: Dewanya Batara Wisnu.
Kayunya: Parijatha.
Burungnya: Sepahan. Budi pekertinya halus akan tetapi sering salah langkah. Selalu bersedih. Celakanya: Bisa terkena senjata atau peluru nyasar.
Kolo/Apes: Berada di Atas. Dalam 7 (tujuh) hari di rotasi minggu/wuku Kuruwelut ini, bagi orang yang terlahir ber-wuku Kuruwelut, disarankan jangan memanjat atau mendaki gunung.

Batu cincin yang cocok untuk wuku Kuruwelut: Batu Pancamaya, Jamrud.

Keris yang cocok untuk Kuruwelut: Keris dapur Brojol, keris dapur Semar Tinandhu, keris dapur Semar Pethak, keris dapur Semar Mesem, keris dapur Rarasiduwo, keris dapur Pandawa.

Keris Dhapur Brojol, Koleksi: Adnan Buyung Nasution
Pameran Keris di Gedung DPR-RI (2015)







Senin, 17 Agustus 2015

Minggu/Wuku Pahang 16-22 Agustus 2015: Pasangan Ideal dalam Pilkada (Pahang, Wugu dan Gumbreg)


Mpu Totok Brojodiningrat,
Berkunjung dan tirakat di Situs Hutan Jati Donoloyo, Wonogiri.
Diatas tunggak kayu jati yang dulu digunakan untuk bahan
Soko Guru Masjid Agung Demak, zaman Wali Songo


Orang yang berwuku Pahang, ketika maju pilkada atau pendamping dalam bekerja, cocok   berpasangan dengan orang yang berwuku Wugu dan berwuku Gumbreg. Dan harus berhati-hati jika harus berpasangan dengan pemilik wuku Warigagung, wuku Marakeh dan wuku Kulawu. Jika orang berwuku Pahang hendak berpasangan dengan orang berunsur 3 (tiga) wuku tersebut, sebaiknya dinetralisir (diruwat) dari pengaruh energi ketidakselarasannya.

Wuku Pahang di bulan Agustus 2015 berada dalam durasi dari tanggal 16 Agustus 2015 ~ 22 Agustus 2015 (Minggu Paing ~ Sabtu Pon). Wuku Pahang kali ini dibawah pengaruh Mongso Karo.

"Bantolo Rengko". Mangsane Lemah Nelo. Wit randu wiwit pradopo semi. Bayi lahir ing mongso iki watake Crobo. 
Artinya: Bumi atau sawah sawah pada retak karena terpanggang panas teriknya sang surya. Pohon randu belum beranjak penuh dari rontok daunnya. Dibarengi dengan tanaman padi gagal panen karena kekurangan air dibanyak titik sudut bumi pertiwi. Bayi yang terlahir pada mongso ini berwatak ceroboh atau sembrono.

Karakter Hari dalam Wuku Pahang

Karakter Hari dan Posisi Kala
Minggu/Wuku Pahang

Tanggal 16 Agustus 2015 (Minggu paing): Banyak halangan, segala kegiatan akan menjadi sandungan dikelak kemudian hari.

Tanggal 17 Agustus 2015 (Senin pon): Tidak baik untuk melakukan perjalanan penting, banyak halangan, cenderung akan kena tuduh hal yang tidak baik.

Tanggal 18 Agustus 2015 (Selasa Wage): Hari ini adalah Lebu Katiyub Angin. Tidak baik bepergian urusan penting. Disamping banyak aral melintang juga usahanya Muspro (sia sia), seperti debu yang tertiyup angin lesus. Dan bisa menuai celaka.

Tanggal 19 Agustus 2015 (Rabu kliwon): Hari ini disamping Lebu Katiyub Angin, juga bertepatan dengan Bangas Padewan, Tidak baik untuk Mantu/pernikahan. Memulai mendirikan rumah atau bangunan, tempat usaha, hotel dan lain sebagainya. Untuk memulai bercocok tanam atau bertani bagus.

Tanggal 20 Agustus 2015 (Kamis legi): Rahayu. Baik untuk memulai beternak ayam, sejenis unggas.

Tanggal 21 Agustus 2015 (Jumat paing): Baik untuk membongkar bangunan yang sudah tidak lagi dimanfaatkan. Akan tetapi tidak baik untuk melakukan perjalanan penting.

Tanggal 22 Agustus 2015 (Sabtu pon): Sangat baik untuk segala pengobatan penyakit yang sulit untuk diobati. Orang yang lama menderita sakit akan cenderung mendapat kesembuhan kembali jika diupayakan usaha/pengobatan pada hari ini.

Karakter Orang Ber-Wuku Pahang

Batara Tantra
Simbol Padewan, Wuku Pahang

Wuku Pahang, dewanya Batara Tantra.
Kayunya: Pohon Gendayakan. Bisa menjadi pelindung orang yang nandang sakit.
Burungnya: Cocak. Banyak dan mudah mengeluarkan pernyataan. Mempunyai kedudukan atau jabatan. Ikhlas terhadap harta benda miliknya. Ucapannya sering memanaskan telinga orang yang mendengarkan.
Pahang ora pinuju ngati, artinya punya watak iri hati.
Celakanya: dianiaya.
Kolo/apes: di Selatan menghadap Utara. Selama tujuh hari jangan mengadakan perjalanan jauh ke arah Selatan.

Keris dan Wuku Pahang

Keris yang cocok untuk Pahang, antara lain: Keris dapur Jalak Ngore, keris dapur Jalak Sangu Tumpeng, keris dapur Jalak Dingding/Jinjing, keris dapur Jalak Tilam Sari, keris dapur Condong Campur, keris dapur Panimbal.

Wuku Pahang, dibawah pengaruh Hyang Tantra. Begitu kuatnya nilai-nilai roh Batara Tantra ini sehingga di belahan bumi tumbuh subur aliran semacam Tantrayana, Tantra Bhairawa dan sebagainya. Leluhur Nusantara tidak sedikit yang gandrung akan aliran Bathara Tantra.

Di candi Sukuh, tepatnya pada suatu tempat yang sangat erotis, sebelah barat kaki gunung Udayadri (jaman sekarang lebih masyhur dikenal dengan nama Gunung Lawu), terdapat sebuah relief.  Relief itu menggambarkan suasana didalam besalen (tempat membuat keris) yang bangunannya berbentuk Limasan Gigir Kebo.

Relief di Candi Sukuh

Di dalam relief terdapat gambaran seorang Mpu dimana ia disertai seorang panjak (tukang ububan) dengan posisi berdiri dengan satu kaki. Posisi berdiri satu kaki itu menggambarkan salah satu sikap yoga Hyang Tantra. Sorot mata sang Mpu terlihat Jatmiko (tajam penuh wibawa) ketika ia sedang menempa keris dengan Paron Dhengkul (lutut sebagai ganti landasan besi tempa), dengan ageman/atribut yg masing masing mengirim pesan kepada manusia di bumi sebagai berikut.

Sosok Mpu dengan model rambut Hagegelung Minangkoro cinandhi renggo (wus datan keweran dununging panembah marang sesembahan jati) artinya: sudah tidak ragu lagi akan penyatuan terhadap Tuhannya (manunggaling kawulo Gusti) atau bersatunya antara kehendak Yang Disembah dengan Yang Menyembah.

Ditengah antara kedua alis memakai Pupuk Emas Rineka Jaroting Asem (budine ngrawit pindho jaroting asem). Maknanya: manusia harus halus budinya melebihi lembut dan rumitnya serat buah asam.

Di telinga menyelipkan Sumping Pudhak Sinumpet (pinter api api balilu). Maknanya: sebenarnya cerdas tapi tidak menampakkan kecerdasannya. Berbeda dengan kondisi mental pada umumnya manusia di jaman sekarang, seperti diingatkan dalam Serat Wedatama: Durung Besus Kasusu Kaselak Besus (belum bisa apa-apa, tapi terburu-buru ingin terlihat pintar);

Ditangannya memakai Kelat Bau Rineka Balibar Manggis Binelah Tekan Kendhagane (Njobo njero podho). Maknanya: antara ucapan dan tindakan selaras (sabdo pandhito ratu), jika berucap bisa dipegang ucapannya, bukannya esuk tempe sore dhele (lain sekarang, lain nanti kenyataan ucapannya).

Memakai kalung Sangsangan Nogo Bondo, dari arah kanan ke kiri (yen prang campuh mundure yen wus prapteng lampus). Maknanya: jika sudah mempunyai kesanggupan didalam sebuah perjuangan untuk bangsa, maka tidak akan pernah mundur sejengkalpun, mundur jika sudah berkalang ibu pertiwi.

Memakai Kampuh Poleng Bang Bintulu, Abang, Ireng, Kuning, Putih (memakai kain poleng merah, hitam, kuning, putih). Maknanya: meletakkan nafsunya dibawah perut atau diluar tubuhnya, yaitu bukan ditunggangi oleh nafsu Amarah, Aluamah, Supiah, Mutmainah, akan tetapi mampu menyetir dan menunggangi 4 (empat) nafsu yg melekat pada setiap individu yang memang merupakan anasir 4 (empat) asal muasal badan wadag manusia. Adapun nafsu empat tadi selalu menyeret manusia kepada:
a.     Abang/Api kepada nafsu amarah, emosi;
b.     Ireng/Tanah kepada Aluamah, urusan perut;
c.     Kuning/Air kepada nafsu Supiah, urusan birahi; dan
d.     Putih/Udara kepada nafsu Mutmainah, hal spiritual yang jika berlebihan (over) akan menimbulkan pamer (riya').

Begitu kentalnya spirit yang ditebarkan Hyang Tantra pada kehidupan umat manusia yang mampu diserap oleh leluhur kita. Utamanya para Mpu keris di jaman dahulu menitipkan pesan filosofisnya lewat maha karyanya, yaitu keris.***