![]() |
Mpu Totok Brojodiningrat,
Ritual Mbabar/Membuat Keris Pusaka untuk Bpk. Jusuf Kalla,
Candi Cetho, Gunung Lawu
|
Wuku Kulawu, dibawah pengaruh Batara Sadono. Durasi dari tanggal 12 April ~ 18 April 2015 (Minggu legi ~ Sabtu Paing).
![]() |
| Bathara Sadana, Simbol Padewan Wuku Kulawu |
Tanggal 13 April 2015 (Senin Paing): Baik untuk mengobati ternak yang kena penyakit. Untuk mengobati orang sakit sangat mustajab pada hari ini. Akan tetapi banyak perjuangan orang tidak nampak atau tidak kelihatan, bagaikan tanah rendah yang masih juga ditanam atau ditimbun.
Tanggal 14 April 2015 (Selasa Pon): Hari ini Bangas Padewan, seyogyanya tidak mantu atau menikah, mulai mendirikan rumah, boyong rumah tidak baik. Hindari bepergian yang sifatnya penting.
Tanggal 15 April 2015 (Rabu Wage): Sangat baik untuk menerima pegawai atau karyawan, menjalin persahabatan, menjalin kembali tali persaudaraan. Untuk bepergian banyak halangan.
Tanggal 16 April 2015 (Kamis Kliwon): Sangat baik untuk menyimpan padi dilumbung/menyimpan padi di logistik. Menanam modal dibidang pangan sangat baik. Untuk bepergian harus waspada, karena banyak halangan dan musuh menghadang.
Tanggal 17 April (Jumat Legi): Hari ini Baik untuk Memutuskan Undang-Undang (aturan hukum yang bersifat mengatur), membuat SK (Surat Keputusan; penetapan; beschikingen) sangat baik. Untuk mengadakan segala macam upacara dan pelantikan baik. Menanam tanaman Pala Kabrungkah (seperti ketela) sangat baik.
![]() |
| Posisi Bathara Kala dan Karakter Hari dalam Wuku Kulawu |
Wuku Kulawu: Dewa Bumi Batara Sadono. Kayunya: pohon Tal, artinya panjang usia. Burungnya: Nuri. Lilo legowo tanpa pamrih, berwibawa. Wataknya: berhati lapang. Mudah menyesuaikan diri. Celakanya: Jika terkena racun atau digigit binatang melata seperti Ular. Kolo/bahaya: Di Utara menghadap selatan. Individu yang berwuku Kulawu selama tujuh hari dari tanggal 12 April ~ 18 April 2015 (Minggu Legi ~ Sabtu Paing) agar menghindari perjalanan jauh ke arah Utara.
Wuku Kulawu keris yang cocok adalah: Keris dhapur Pudhak Sategal, keris dhapur Campur Bawur, keris dhapur Kebo Lajer, keris dhapur Sempono Kinjeng.
Wuku Kulawu dalam minggu ini masuk Akhir Mongso Kasepuluh. Condronya Mongso: "Gedhong Minep Jroning Kalbu" mangsane sato kewan podho meteng. Manuk manuk podho gawe susuh. Pari wis tumungkul. Bayi kang lahir ing mongso iki watakke kakon aten.
Artinya: "Bayangan Istana Bahagia Terukir di Dalam Sanubari". Banyak binatang bunting. Burung burung di mayapada riang menyiapkan sarang untuk anaknya. Musim padi siap dipanen. Bayi yang terlahir pada mongso ini perangainya kaku atau keras hatinya.





